Selasa, 14 September 2010

penantian sang mawar

langit mulai mendung
suara gemuruhpun tak mau kalah
rintik air mulai berjatuhan
entah berapa ribu tetesan air hujan itu
sebanyak itulah tetes air mataku
tanpa mampu aku menghitungnya


lara dan luka entah sudah berapa lama mulai aku derita
rasanya aku sudah lupa bila di suruh mengingatnya
jika ingin mengetahuinya
cobalah tanya pada bantal dan dinding kamarku
mereka lah yang selalu setia mendengarkan cerita sedih dan indahku
yah...itulah ujian sang pencipta
dari itu aku coba ungkap dalam rangkaian kata
mungkin suatu ketika dapat aku baca kala aku sudah merasa bahagia


wahai engkau mata elangku...
lelah bila aku harus terus menunggu dan menunggu
dalam antrian panjang skenario tuhan
di atas kapal yang tak tahu arah dan tujuan di mana pelabuhan
di atas bongkahan es yang tak lagi terasa dingin
ataupun di atas bara api yang tak lagi terasa panas


berapa lama lagi mawar harus menunggu
kau seakan acuh dan tak mau tau
kau sibuk sendiri dengan urusan dan teman-teman mu
kapan ada waktu buat aku ??
kapan pula kamu bersedia mendengar curhatku??


berapa lama lagi mawar harus menunggu
banyak sekali kumbang yang mau hinggap di dahan serta di atas mahkotaku
semua itu masih aku pertahankan demi kamu
mata elangku.......
karena hatiku cuma satu
tak mampu untuk mencinta selain mu


jika boleh aku meminta
bunuhlah aku saja
agar setiap hari tak tersiksa
dengan setiap harapan yang kau berikan
seakan menggantung saja hubungan kita
tanpa tahu endingnya seperti apa


atau baiknya aku dengan yang lain saja???
namun sayang nya aku sungguh terlalu cinta
tak mungkin aku menduakannya
dan tak mungkin pula aku menghianatinya
tuhan tolong sadarkan dia
bahwa ada sekuntum mawar yang menunggunya
dan selalu menunggunya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar